Mengenai Mengenang Mu

Ku mencari sebuah alasan
Yang masuk akal untuk bertahan
Dalam dekapanmu ini.
Apakah hartamu satu-satunya udara yang dapat kuhirup?
Jika menafkahiku berarti
Bungkam seribu bahasa..
Buat apa uangmu itu?
Lebih baik menggembel
Daripada memuasi nafsumu yang kotor
Tanpa pertanggungjawaban yang jelas.
Ku rasa rutinitas bolak balik ke klinik lumayan membuatku bosan!
Waktu itu luka memar,
Kali ini luka dalam.
Berani-beraninya engkau bertanya sedalam apakah!
Silahkan saja umbar aibku kepada semua orang
Usulku kini.. beritakan saja di TV..
Toh sama saja
Memberi tahu satu orang sebuah rahasia adalah percuma!
Bibir pun lebih kejam daripada pembunuhan!
Dan satu hari senjata itu pun akan menggrogoti tuannya.
Kembali pada pertanyaanku semula..
Apa alesan yang masuk akal untuk bertahan denganmu?
Balas budi, atau balas dendam.
Dendamku pasti sudah menumpuk
Hampir sebanyak tumpukan surat hutang-hutangku.
Dendamku pun sudah menjadi sebuah teman.
Setiap hari menemaniku di kala kau pergi.

Hmmm.
Jujur, pertanyaan ini membuatku pusing
sedikit bimbang dan lumayan muak
sepertinya tak ada alesan tuk ku bertahan disampingmu..
Namun..

~ameera~
sept 21, 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s